Statement ini merupakan bentuk modifikasi dari WHILE. Sintaksnya adalah sebagai berikut
do
{
statement;
.
.
}
while (syarat);
Coba bandingkan dengan sintaks WHILE sebelumnya. Dilihat dari posisi statement yang diulang,
posisi statement yang diulang pada DO WHILE terletak di atas syarat. Dengan demikian,
sebelum syarat dicek TRUE atau FALSE nya, statement akan dikerjakan terlebih dahulu.
Sedangkan pada WHILE, sebelum statement yang diulang dikerjakan, terlebih dahulu syarat
akan dicek.
Prinsip kerja DO WHILE sama dengan WHILE yaitu statement akan terus dikerjakan selama
syarat bernilai TRUE dan perulangan akan berhenti apabila FALSE.
Perhatikan contoh berikut ini yang membandingkan DO WHILE dengan WHILE
Contoh:
$kue = 0;
while($kue > 1)
{
echo "Mmmmm...Aku suka kue! Nyam..nyam..nyam..";
}
----------------------------------------------------------------
$kue = 0;
do
{
echo "Mmmmm... Aku suka kue! Nyam..nyam..nyam..";
} while ($kue > 1);
Pada kode WHILE, teks "Mmmm…. " dst tidak akan ditampilkan karena syaratnya langsung
bernilai FALSE (perulangan berhenti). Sedangkan pada DO WHILE, teks akan ditampilkan
dahulu kemudian perulangan berhenti (syarat bernilai FALSE).
di ambil dari phptutorial.pdf
Tuesday, March 22, 2011
Statement DO WHILE di PHP
Monday, March 21, 2011
Statement Foreach di PHP
Misalkan Anda punya data berupa array assosiatif yang akan diproses secara berulang-ulang,
maka PHP menyediakan statement foreach yang mudah digunakan.
Sintaksnya adalah:
foreach(variabelarray as kunci => value)
{
statement;
.
.
}
Sebagai contoh, misalkan Anda memiliki 5 orang karyawan dengan usianya masing-masing yang
ditulis dalam kode PHP sebagai berikut
$UsiaKaryawan["Lisa"] = "28";
$UsiaKaryawan["Jack"] = "16";
$UsiaKaryawan["Ryan"] = "35";
$UsiaKaryawan["Rachel"] = "46";
$UsiaKaryawan["Grace"] = "34";
Berikut ini adalah contoh kode PHP yang akan menampilkan semua karyawan beserta usianya
dengan menggunakan foreach.
$UsiaKaryawan["Lisa"] = "28";
$UsiaKaryawan["Jack"] = "16";
$UsiaKaryawan["Ryan"] = "35";
$UsiaKaryawan["Rachel"] = "46";
$UsiaKaryawan["Grace"] = "34";
foreach($UsiaKaryawan as $Nama => $umur)
{
echo "Nama Karyawan: $Nama, Usia: $umur"." th
";
}
?>
di ambil dari phptutorial.pdf
Sunday, March 20, 2011
Statement WHILE di PHP
Statement ini digunakan untuk mengerjakan suatu statement secara berulang-ulang sampai
suatu syarat dipenuhi. Sintaksnya adalah
while (syarat)
{
statement;
statement;
.
.
}
Pada sintaks di atas, selama syarat bernilai TRUE maka statement-statement di dalam while
akan terus dijalankan secara berulang-ulang. Perulangan baru akan berhenti apabila syarat
bernilai FALSE. Sebelum statement yang diulang-ulang dilakukan, terlebih dahulu akan dicek
syarat nya apakah bernilai TRUE atau FALSE. Apabila TRUE maka statement akan dijalankan.
Sedangkan apabila FALSE, perulangan akan langsung berhenti. Dengan kata lain, statement
dalam WHILE bisa jadi tidak akan pernah dilakukan, yaitu apabila syaratnya langsung bernilai
FALSE.
Contoh:
$harga_sikat = 1500;
$jumlah_sikat = 10;
echo "";
";
echo " ";Jumlah Sikat ";
echo "Harga
while ( $jumlah_sikat <= 100 )
{
echo " ";";
echo $jumlah_sikat;
echo "";
echo "Rp. ".$harga_sikat * $jumlah_sikat;
echo "
$jumlah_sikat = $jumlah_sikat + 10;
}
echo "
?>
Kode di atas akan menampilkan hasil di browser berupa tabel yang berisi jumlah sikat dan
harganya, dengan asumsi harga sebuah sikat adalah Rp. 1.500. Jumlah sikat yang ditampilkan
adalah kelipatan 10 dengan batas sampai 100 buah.
diambil dari php tutorial.pdf
Statement FOR di PHP
Statement FOR mirip dengan WHILE yang memiliki sintaks berikut ini
for (inisialisasi counter; syarat; increment/decrement counter)
{
statement;
.
.
}
Untuk memperjelas pemahaman tentang FOR, berikut ini adalah contoh kode dengan for untuk
menghasilkan tampilan yang sama dengan contoh while sebelumnya (tentang jumlah sikat dan
harganya). Coba bandingkan dengan kode contoh while sebelumnya.
Contoh:
$harga_sikat = 1500;
echo "";
";
echo " ";Jumlah Sikat ";
echo "Harga
for ($jumlah_sikat = 10; $jumlah_sikat <= 100; $jumlah_sikat+=10)
{
echo " ";";
echo $jumlah_sikat;
echo "";
echo "Rp. ".$harga_sikat * $jumlah_sikat;
echo "
}
echo "
?>
diambil dari phptutorial.pdf
Statement SWITCH di PHP
Sintaks dari statement ini adalah
switch (variabel)
{
case option1:
statement11;
statement12;
.
.
break;
case option2:
statement21;
statement22;
.
.
break;
.
.
default:
statementdefault1;
statementdefault2;
.
.
break;
}
$tujuan = "Tokyo";
echo "Biaya Perjalanan Menuju $tujuan adalah ";
switch ($tujuan){
case "Las Vegas":
echo " $500";
break;
case "Amsterdam":
echo " $1500";
break;
case "Egypt":
echo " $1750";
break;
case "Tokyo":
echo " $900";
break;
case "Caribbean Islands":
echo " $700";
break;
}
Contoh:
$tujuan = "New York";
echo "Biaya Perjalanan Menuju $tujuan adalah ";
switch ($tujuan){
case "Las Vegas":
echo " $500";
break;
case "Amsterdam":
echo " $1500";
break;
case "Egypt":
echo " $1750";
break;
case "Tokyo":
echo " $900";
break;
case "Caribbean Islands":
echo " $700";
break;
default:
echo " $100";
break;
}
diambil dari phptutorial.pdf
Saturday, March 19, 2011
Statement IF … dalam PHP
Sintaks dari statement tersebut dalam PHP adalah
if (syarat)
{
statement1;
statement2;
.
.
}
Untuk menyatakan syarat, biasanya digunakan operator perbandingan seperti yang telah dibahas
sebelumnya. Apabila syarat bernilai TRUE maka statement-statement yang diapit dengan tanda
kurung kurawal akan dijalankan. Bentuk lain dari sintaks IF adalah
if (syarat)
{
statement1;
statement2;
.
.
}
else
{
statement3;
statement4;
.
.
}
Untuk sintaks kedua di atas, statement3, statement4, dst akan dijalankan apabila syarat bernilai
FALSE.
Contoh:
$my_name = "nada";
if ($my_name == "nada")
{
echo "Your name is ".$my_name."!"
";
}
echo "Welcome to my homepage!";
?>
Contoh:
$number = 3;
if ($number == 4)
{
echo "Benar";
}
else
{
echo "Salah";
}
?>
Terdapat pula bentuk sintaks berikutnya dari IF … yaitu dengan ditambahkan elseif
if (syarat1)
{
statement11;
statement12;
.
.
}
elseif (syarat2)
{
statement21;
statement22;
.
.
}
.
.
else
{
statement1;
statement2;
.
.
}
Jika syarat1 bernilai TRUE, maka statement11, statement12 dst akan dijalankan. Sedangkan jika
syarat1 FALSE maka selanjutnya akan dicek untuk syarat2. Jika syarat2 TRUE maka
statemen21, statement22, dst akan dijalankan, sedangkan jika syarat2 FALSE akan dicek syarat
berikutnya (jika masih ada). Statement1, statement2, dst baru akan dijalankan apabila semua
syarat sebelumnya bernilai FALSE.
Contoh:
$karyawan = "Bob";
if($karyawan == "Tanner")
{
echo "Hello Tanner!";
}
elseif($karyawan == "Bob")
{
echo "Hello Bob!";
}
else
{
echo "Hello!";
}
diambil dari php tutorial.pdf
Friday, March 18, 2011
Array PHP
yang sering disebut dengan array assosiatif.
Array Berindeks Numerik
Sintaks umum untuk menyatakan suatu array berindeks numerik beserta nilainya adalah
$nama_array[$key] = value;
Dalam hal ini $key berupa bilangan bulat mulai dari 0, 1, 2, …
Contoh:
$karyawan[0] = "Bob";
$karyawan[1] = "Sally";
$karyawan[2] = "Charlie";
$karyawan[3] = "Clare";
Sedangkan berikut ini adalah contoh untuk menampilkan nilai dari suatu array berindeks numerik.
$karyawan[0] = "Bob";
$karyawan[1] = "Sally";
$karyawan[2] = "Charlie";
$karyawan[3] = "Clare";
echo "Berikut ini adalah 2 orang karyawan saya, yaitu "
. $karyawan[0] . " & " . $karyawan[1];
echo "
Dua orang karyawan saya yang lain adalah "
. $karyawan[2] . " & " . $karyawan[3];
?>
Array Assosiatif
Untuk array assosiatif, sintaksnya sama dengan array berindeks numerik namun perbedaannya
adalah pada $key. Pada array assosiatif, $key dapat berupa suatu string. Berikut ini adalah
contohnya.
$gaji["Bob"] = 2000;
$gaji["Sally"] = 4000;
$gaji["Charlie"] = 600;
$gaji["Clare"] = 0;
dan berikut ini adalah contoh kode untuk menampilkan nilai dari array assosiatif
$gaji["Bob"] = 2000;
$gaji["Sally"] = 4000;
$gaji["Charlie"] = 600;
$gaji["Clare"] = 0;
echo "Bob digaji - $" . $gaji["Bob"] . "
";
echo "Sally digaji - $" . $gaji["Sally"] . "
";
echo "Charlie digaji - $" . $gaji["Charlie"] . "
";
echo "dan Clare digaji - $" . $gaji["Clare"];
?>
diambil dari php tutorial.php
Thursday, March 17, 2011
PHP Sintaks
Variabel
Note: jangan lupa tanda dollar ($)
Contoh:
$hello = "Hello World!";
$sebuah_bilangan = 4;
$bilanganYangLain = 8;
?>
Aturan Penamaan Variabel
Berikut ini adalah beberapa aturan penulisan nama variabel:
- Nama variabel harus diawali dengan huruf atau underscore (_)
- Nama variabel hanya boleh dituliskan dengan alpha numeric a-z, A-Z, 0-9 dan underscore
- Nama variabel yang terdiri lebih dari satu kata, dapat dipisahkan dengan underscore
Seperti yang Anda lihat pada contoh-contoh kode PHP sebelumnya, bahwa perintah echo digunakan untuk menampilkan teks ke dalam browser. Suatu teks atau string dapat dituliskan di browser dengan langsung dituliskan dalam echo yang diapit oleh dua tanda petik ganda (quotes) atau menyimpan string atau teks terlebih dahulu dalam suatu variabel kemudian dituliskan dalam echo. Berikut ini adalah contohnya:
Contoh:
$StringKu = "Hello!";
echo $StringKu;
echo "I love using PHP!
";
?>
Hati-hati dalam penulisan suatu string yang di dalamnya terdapat tanda petik ganda (quotes) menggunakan echo. Dalam echo, tanda quotes merupakan penanda awal dan akhir teks/string yang akan ditulis dengan echo, sehingga Anda harus memperhatikan hal-hal berikut ini
- Jangan menggunakan tanda quotes di dalam teks yang akan ditulis dengan echo
- Apabila Anda tetap ingin menuliskan tanda quotes dalam teks yang akan ditulis dengan echo, maka berikan tanda slash “\” di depan quotes tersebut.
- Selain itu, dapat pula Anda gunakan tanda petik tunggal (apostrophes) untuk menggantikan tanda quotes pada teks.
echo "I love using PHP!";
?>
echo "I love using PHP!";
?>
echo "I love using PHP!";
?>
terdapat tanda quotes. Sedangkan untuk kode kedua dan ketiga tidak terdapat error dan akan dihasilkan output yang sama di browser.
Menampilkan Nilai Variabel dengan Echo
Nilai variabel dapat dengan mudah ditampilkan dengan menggunakan echo, baik nilai yang berupa bilangan maupun string. Berikut ini adalah contoh-contoh di antaranya:
Contoh:
$string_ku = "Hello.. Nama saya: ";
$bilangan_ku = 4;
$huruf_ku = "a";
echo $string_ku;
echo $bilangan_ku;
echo $huruf_ku;
?>
Catatan:
Contoh:
$string_ku = "Hello. Nama saya: ";
$baris_baru = "
";
echo $string_ku."Ari".$baris_baru;
echo "Hi, Nama saya Ari. Kamu siapa? ".$string_ku.$baris_baru;
echo "Hi, Nama saya Ari. Kamu siapa? ".$string_ku."Amalia";
?>
Untuk menggabungkan beberapa string menjadi satu digunakan operator dot (.)
Seperti halnya bahasa pemrograman yang lain, komentar dalam suatu kode PHP tidak akan dieksekusi. Terdapat dua cara memberikan komentar dalam PHP, yaitu
- Diberikan tanda // di depan teks komentar. Perintah ini hanya bisa berlaku untuk komentar dalam satu baris
- Diberikan tanda /* di depan teks komentar dan diakhiri dengan */. Perintah ini dapat
Contoh:
echo "Hello World!"; // Ini akan mencetak Hello World!
echo "
Psst...You can't see my PHP comments!"; // echo "nothing";
// echo "Namaku Faza!";
?>
/* Berikut ini adalah perintah
untuk menuliskan Hello World */
echo "Hello World!";
/* echo "My name is Humperdinkle!";
echo "No way! My name is Ari-PHP Programmer!";
*/
?>
di ambil dari php tutorial.pdf
Tuesday, March 15, 2011
Apa itu PHP ??
Ketika seseorang mengunjungi web berbasis PHP, web server akan memproses code-code PHP. Beberapa perintah atau code dari PHP tersebut selanjutnya ada yang diterjemahkan ke dalam HTML dan beberapa ada yang disembunyikan (misalnya proses kalkulasi dan operasi). Setelah diterjemahkan ke dalam HTML, web server akan mengirim kembali ke web browser pengunjung tersebut.
Apa yang Bisa Dilakukan dengan PHP?
- Mengurangi waktu untuk membuat web berskala besar
- Mampu menciptakan web interaktif
- Menciptakan berbagai tool untuk keperluan online (http://www.hotscripts.com/PHP/Scripts_and_Programs/)
- Mendukung e-commerce (shopping carts)
Sebelum mempelajari PHP, Anda harus menguasai
- HTML,
- Dasar-dasar pemrograman (C/C++ lebih baik)
Aplikasi Yang Diperlukan
Untuk dapat bekerja dengan PHP, berikut ini adalah beberapa aplikasi yang diperlukan:
- Web server (Apache, IIS, Personal Web Server/PWS)
- PHP server (dapat didownload di PHP.net)
- Database server (MySQL, Interbase, MS SQL, dll)
- Web Editor (Dreamweaver, Frontpage, dll)
PHP server dapat berjalan dengan baik di beberapa OS seperti Windows, Linux, dan Macintosh.
di kutip dari Rosihan Ari Yuana
Monday, March 7, 2011
Kartu Perforasi
Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seoarng profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791-1871). Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika, mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan; sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah-langkah tertenu. Masalah tersebut kemudain berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik. Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensil. Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis. Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tiba-tiba terinspirasi untuk memulai membuat komputer general-purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine. Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815-1842) memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana, mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Anlytical Engine kepada publik. Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dalam mesin dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama. Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya.
Mesin uap Babbage, walaupun tidak pernah selesai dikerjakan, tampak sangat primitif apabila dibandingkan dengan standar masa kini. Bagaimanapun juga, alat tersebut menggambarkan elemen dasar dari sebuah komputer modern dan juga mengungkapkan sebuah konsep penting. Terdiri dari sekitar 50.000 komponen, desain dasar dari Analytical Engine menggunakan kartu-kartu perforasi (berlubang-lubang) yang berisi instruksi operasi bagi mesin tersebut.
Pada 1889, Herman Hollerith (1860-1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus. Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus yang kemudian diolah oleh alat tersebut secara mekanik. Sebuah kartu dapat menyimpan hingga 80 variabel. Dengan menggunakan alat tersebut, hasil sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu. Selain memiliki keuntungan dalam bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi sebagai media penyimpan data. Tingkat kesalahan perhitungan juga dapat ditekan secara drastis. Hollerith kemudian mengembangkan alat tersebut dan menjualnya ke masyarakat luas. Ia mendirikan Tabulating Machine Company pada tahun 1896 yang kemudian menjadi International Business Machine (1924) setelah mengalami beberapa kali merger. Perusahaan lain seperti Remington Rand and Burroghs juga memproduksi alat pembaca kartu perforasi untuk usaha bisnis. Kartu perforasi digunakan oleh kalangan bisnis dan pemerintahan untuk permrosesan data hingga tahun 1960.
Pada masa berikutnya, beberapa insinyur membuat penemuan baru lainnya. Vannevar Bush (18901974) membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial di tahun 1931. Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan akademisi. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan.