Showing posts with label Pemograman Web. Show all posts
Showing posts with label Pemograman Web. Show all posts

Thursday, April 21, 2011

0 Comments

Fungsi php

Sebuah function merupakan sebuah nama yang kita berikan pada suatu blok program yang sewaktu-waktu dapat kita panggil dan gunakan. Sebuah function dapat diletakkan di bagian manapun, bisa di awal, tengah, dan akhir dari keseluruhan bagian kode PHP. Berikut ini adalah contoh membuat sebuah function sederhana yang di dalamnya tidak ada statementnya.
Contoh:


function myCompanyMotto()
{
}
myCompanyMotto();


Pada contoh di atas, myCompanyMotto merupakan nama function. Nama function inilah yang dapat dipanggil sewaktu-waktu diperlukan. Aturan membuat nama function sama dengan ketika membuat nama variabel (lihat di Bab II). Statement/perintah dari function dituliskan di dalam kurung kurawal {}. Sedangkan perintah myCompanyMotto(); bagian paling bawah dari kode di atas merupakan cara memanggil function. Perhatikan contoh berikutnya:
Contoh:


function myCompanyMotto()
{
echo "Sabar adalah bagian dari keimanan";
}
myCompanyMotto();

Pada contoh tersebut, terdapat perintah echo di dalam function. Sehingga begitu nama function dipanggil, PHP akan menampilkan teks yang di-echo-kan tersebut. Sebuah function dapat dipanggil berulang-ulang, seperti pada contoh berikut.


function myCompanyMotto()
{
echo "Sabar adalah bagian dari keimanan";
}
echo "Selamat datang di PT. Nada Corp. ";
myCompanyMotto();
echo "Terima kasih atas kunjungan Anda";
echo "dan ingatlah selalu... ";
myCompanyMotto();


Fungsi dengan Parameter
Contoh function sebelumnya tidak menggunakan parameter. Peran parameter adalah sebagai input untuk function yang selanjutnya diolah oleh function tersebut. Berikut ini contoh penggunaan parameter pada function.

function UcapanSalam($nama)
{
echo "Hallo ". $nama . "!";
}

Pada contoh di atas, variabel $nama merupakan parameter dari function. Nilai dari variabel tersebut akan ditambahkan pada string yang di-echo-kan. Selanjutnya akan diberikan contoh penggunaan function dengan parameter.

function UcapanSalam($nama)
{
echo "Hallo ". $nama . "!";
}
UcapanSalam("Agus");
UcapanSalam("Ahmad");
UcapanSalam("Budi");
UcapanSalam("Fauzan");

Jumlah parameter dari function boleh lebih dari satu. Untuk memisahkan antar parameter digunakan tanda koma. Berikut ini contohnya.

function UcapanSalam($kepada, $dari)
{
echo $dari . " mengucapkan salam kepada ". $kepada . "";
}
UcapanSalam("Ari", "Amalia");
UcapanSalam("Amalia", "Nada");
UcapanSalam("Nada", "Faza");
UcapanSalam("Fauzan", "Ari");


Pengembalian Nilai (Return Value)
Sebuah function juga dapat mengembalikan suatu nilai. Function hanya dapat mengembalikan sebuah nilai saja. Nilai yang dikembalian dapat berupa suatu bilangan (bulat, real), string, maupun array, dll. Berikut ini adalah contoh penggunaan function yang mengembalikan nilai.

function Jumlahkan($x, $y){
$hasil = $x + $y;
return $hasil;
}
$bil = 0;
echo "Nilai bil mula-mula adalah ". $bil ."
";

$bil = Jumlahkan(3, 4);
echo "Nilai bil setelah memanggil function adalah " . $bil ."
";


Function Jumlahkan() di atas mengembalikan nilai dari variabel $hasil yang merupakan hasil penjumlahan dari nilai $x dan $y. Sedangkan perintah $bil = Jumlahkan(3, 4); bermakna nilai yang dikembalikan function Jumlahkan(3, 4) disimpan pada variabel $bil (dalam hal ini nilai $bil adalah 7).

di kutip dari modul php

Tuesday, March 22, 2011

2 Comments

Statement DO WHILE di PHP

Statement ini merupakan bentuk modifikasi dari WHILE. Sintaksnya adalah sebagai berikut
do
{
statement;
.
.
}
while (syarat);

Coba bandingkan dengan sintaks WHILE sebelumnya. Dilihat dari posisi statement yang diulang,
posisi statement yang diulang pada DO WHILE terletak di atas syarat. Dengan demikian,
sebelum syarat dicek TRUE atau FALSE nya, statement akan dikerjakan terlebih dahulu.
Sedangkan pada WHILE, sebelum statement yang diulang dikerjakan, terlebih dahulu syarat
akan dicek.
Prinsip kerja DO WHILE sama dengan WHILE yaitu statement akan terus dikerjakan selama
syarat bernilai TRUE dan perulangan akan berhenti apabila FALSE.
Perhatikan contoh berikut ini yang membandingkan DO WHILE dengan WHILE
Contoh:

$kue = 0;
while($kue > 1)
{
echo "Mmmmm...Aku suka kue! Nyam..nyam..nyam..";
}

----------------------------------------------------------------
$kue = 0;
do
{
echo "Mmmmm... Aku suka kue! Nyam..nyam..nyam..";
} while ($kue > 1);


Pada kode WHILE, teks "Mmmm…. " dst tidak akan ditampilkan karena syaratnya langsung
bernilai FALSE (perulangan berhenti). Sedangkan pada DO WHILE, teks akan ditampilkan
dahulu kemudian perulangan berhenti (syarat bernilai FALSE).

di ambil dari phptutorial.pdf

Monday, March 21, 2011

0 Comments

Statement Foreach di PHP

Misalkan Anda punya data berupa array assosiatif yang akan diproses secara berulang-ulang,
maka PHP menyediakan statement foreach yang mudah digunakan.
Sintaksnya adalah:
foreach(variabelarray as kunci => value)
{
statement;
.
.
}

Sebagai contoh, misalkan Anda memiliki 5 orang karyawan dengan usianya masing-masing yang
ditulis dalam kode PHP sebagai berikut
$UsiaKaryawan["Lisa"] = "28";
$UsiaKaryawan["Jack"] = "16";
$UsiaKaryawan["Ryan"] = "35";
$UsiaKaryawan["Rachel"] = "46";
$UsiaKaryawan["Grace"] = "34";
Berikut ini adalah contoh kode PHP yang akan menampilkan semua karyawan beserta usianya
dengan menggunakan foreach.

$UsiaKaryawan["Lisa"] = "28";
$UsiaKaryawan["Jack"] = "16";
$UsiaKaryawan["Ryan"] = "35";
$UsiaKaryawan["Rachel"] = "46";
$UsiaKaryawan["Grace"] = "34";
foreach($UsiaKaryawan as $Nama => $umur)
{
echo "Nama Karyawan: $Nama, Usia: $umur"." th
";

}
?>

di ambil dari phptutorial.pdf

Sunday, March 20, 2011

0 Comments

Statement WHILE di PHP

Statement ini digunakan untuk mengerjakan suatu statement secara berulang-ulang sampai
suatu syarat dipenuhi. Sintaksnya adalah
while (syarat)
{
statement;
statement;
.
.
}
Pada sintaks di atas, selama syarat bernilai TRUE maka statement-statement di dalam while
akan terus dijalankan secara berulang-ulang. Perulangan baru akan berhenti apabila syarat
bernilai FALSE. Sebelum statement yang diulang-ulang dilakukan, terlebih dahulu akan dicek
syarat nya apakah bernilai TRUE atau FALSE. Apabila TRUE maka statement akan dijalankan.
Sedangkan apabila FALSE, perulangan akan langsung berhenti. Dengan kata lain, statement
dalam WHILE bisa jadi tidak akan pernah dilakukan, yaitu apabila syaratnya langsung bernilai
FALSE.
Contoh:

$harga_sikat = 1500;
$jumlah_sikat = 10;
echo "

";
echo "";
echo "";
while ( $jumlah_sikat <= 100 )
{
echo "";
$jumlah_sikat = $jumlah_sikat + 10;
}
echo "
Jumlah SikatHarga
";
echo $jumlah_sikat;
echo "
";
echo "Rp. ".$harga_sikat * $jumlah_sikat;
echo "
";
?>

Kode di atas akan menampilkan hasil di browser berupa tabel yang berisi jumlah sikat dan
harganya, dengan asumsi harga sebuah sikat adalah Rp. 1.500. Jumlah sikat yang ditampilkan
adalah kelipatan 10 dengan batas sampai 100 buah.

diambil dari php tutorial.pdf

0 Comments

Statement FOR di PHP

Statement FOR mirip dengan WHILE yang memiliki sintaks berikut ini
for (inisialisasi counter; syarat; increment/decrement counter)
{
statement;
.
.
}

Untuk memperjelas pemahaman tentang FOR, berikut ini adalah contoh kode dengan for untuk
menghasilkan tampilan yang sama dengan contoh while sebelumnya (tentang jumlah sikat dan
harganya). Coba bandingkan dengan kode contoh while sebelumnya.
Contoh:

$harga_sikat = 1500;
echo "

";
echo "";
echo "";
for ($jumlah_sikat = 10; $jumlah_sikat <= 100; $jumlah_sikat+=10)
{
echo "";
}
echo "
Jumlah SikatHarga
";
echo $jumlah_sikat;
echo "
";
echo "Rp. ".$harga_sikat * $jumlah_sikat;
echo "
";
?>

diambil dari phptutorial.pdf

0 Comments

Statement SWITCH di PHP

Sintaks dari statement ini adalah
switch (variabel)
{
case option1:
statement11;
statement12;
.
.
break;
case option2:
statement21;
statement22;
.
.
break;
.
.
default:
statementdefault1;
statementdefault2;
.
.
break;
}

Pada sintaks di atas, nilai dari variabel akan dicek pada setiap option yang ada (terletak di bagian case). Jika ada option yang sama dengan nilai variabel, maka statement-statement di bawah option tersebutlah yang akan dijalankan. Bagian default adalah optional (boleh ada, boleh tidak).
Contoh:

$tujuan = "Tokyo";
echo "Biaya Perjalanan Menuju $tujuan adalah ";
switch ($tujuan){
case "Las Vegas":
echo " $500";
break;
case "Amsterdam":
echo " $1500";
break;
case "Egypt":
echo " $1750";
break;
case "Tokyo":
echo " $900";
break;
case "Caribbean Islands":
echo " $700";
break;
}


Contoh:

$tujuan = "New York";
echo "Biaya Perjalanan Menuju $tujuan adalah ";
switch ($tujuan){
case "Las Vegas":
echo " $500";
break;
case "Amsterdam":
echo " $1500";
break;
case "Egypt":
echo " $1750";
break;
case "Tokyo":
echo " $900";
break;
case "Caribbean Islands":
echo " $700";
break;
default:
echo " $100";
break;
}


diambil dari phptutorial.pdf

Saturday, March 19, 2011

0 Comments

Statement IF … dalam PHP

Sintaks dari statement tersebut dalam PHP adalah
if (syarat)
{
statement1;
statement2;
.
.
}

Untuk menyatakan syarat, biasanya digunakan operator perbandingan seperti yang telah dibahas
sebelumnya. Apabila syarat bernilai TRUE maka statement-statement yang diapit dengan tanda
kurung kurawal akan dijalankan. Bentuk lain dari sintaks IF adalah
if (syarat)
{
statement1;
statement2;
.
.
}
else
{
statement3;
statement4;
.
.
}

Untuk sintaks kedua di atas, statement3, statement4, dst akan dijalankan apabila syarat bernilai
FALSE.
Contoh:

$my_name = "nada";
if ($my_name == "nada")
{
echo "Your name is ".$my_name."!"
";

}
echo "Welcome to my homepage!";
?>
Contoh:

$number = 3;
if ($number == 4)
{
echo "Benar";
}
else
{
echo "Salah";
}
?>

Terdapat pula bentuk sintaks berikutnya dari IF … yaitu dengan ditambahkan elseif
if (syarat1)
{
statement11;
statement12;
.
.
}
elseif (syarat2)
{
statement21;
statement22;
.
.
}
.
.
else
{
statement1;
statement2;
.
.
}

Jika syarat1 bernilai TRUE, maka statement11, statement12 dst akan dijalankan. Sedangkan jika
syarat1 FALSE maka selanjutnya akan dicek untuk syarat2. Jika syarat2 TRUE maka
statemen21, statement22, dst akan dijalankan, sedangkan jika syarat2 FALSE akan dicek syarat
berikutnya (jika masih ada). Statement1, statement2, dst baru akan dijalankan apabila semua
syarat sebelumnya bernilai FALSE.
Contoh:

$karyawan = "Bob";
if($karyawan == "Tanner")
{
echo "Hello Tanner!";
}
elseif($karyawan == "Bob")
{
echo "Hello Bob!";
}
else
{
echo "Hello!";
}

diambil dari php tutorial.pdf

Friday, March 18, 2011

0 Comments

Array PHP

Dalam PHP, indeks untuk array dapat berupa numerik dan dapat pula berupa suatu nilai atau
yang sering disebut dengan array assosiatif.

Array Berindeks Numerik
Sintaks umum untuk menyatakan suatu array berindeks numerik beserta nilainya adalah
$nama_array[$key] = value;
Dalam hal ini $key berupa bilangan bulat mulai dari 0, 1, 2, …
Contoh:
$karyawan[0] = "Bob";
$karyawan[1] = "Sally";
$karyawan[2] = "Charlie";
$karyawan[3] = "Clare";

Sedangkan berikut ini adalah contoh untuk menampilkan nilai dari suatu array berindeks numerik.

$karyawan[0] = "Bob";
$karyawan[1] = "Sally";
$karyawan[2] = "Charlie";
$karyawan[3] = "Clare";
echo "Berikut ini adalah 2 orang karyawan saya, yaitu "
. $karyawan[0] . " & " . $karyawan[1];
echo "
Dua orang karyawan saya yang lain adalah "

. $karyawan[2] . " & " . $karyawan[3];
?>

Array Assosiatif
Untuk array assosiatif, sintaksnya sama dengan array berindeks numerik namun perbedaannya
adalah pada $key. Pada array assosiatif, $key dapat berupa suatu string. Berikut ini adalah
contohnya.
$gaji["Bob"] = 2000;
$gaji["Sally"] = 4000;
$gaji["Charlie"] = 600;
$gaji["Clare"] = 0;

dan berikut ini adalah contoh kode untuk menampilkan nilai dari array assosiatif

$gaji["Bob"] = 2000;
$gaji["Sally"] = 4000;
$gaji["Charlie"] = 600;
$gaji["Clare"] = 0;
echo "Bob digaji - $" . $gaji["Bob"] . "
";

echo "Sally digaji - $" . $gaji["Sally"] . "
";

echo "Charlie digaji - $" . $gaji["Charlie"] . "
";

echo "dan Clare digaji - $" . $gaji["Clare"];
?>

diambil dari php tutorial.php

Thursday, March 17, 2011

0 Comments

PHP Sintaks

Variabel

Misalkan dalam PHP kita akan menyimpan suatu nilai berupa angka atau string dalam suatu variabel, caranya adalah membuat nama variabel terlebih dahulu kemudian diberikan suatu assignment pada nilai yang diinginkan. Perhatikan sintaks berikut ini $nama_variabel = nilai;
Note: jangan lupa tanda dollar ($)
Contoh:


$hello = "Hello World!";
$sebuah_bilangan = 4;
$bilanganYangLain = 8;
?>

Dari contoh di atas tampak bahwa dalam PHP, nama variabel tidak perlu dideklarasikan terlebih dahulu seperti halnya bahasa Pascal atau C/C++.

Aturan Penamaan Variabel
Berikut ini adalah beberapa aturan penulisan nama variabel:
  • Nama variabel harus diawali dengan huruf atau underscore (_)
  • Nama variabel hanya boleh dituliskan dengan alpha numeric a-z, A-Z, 0-9 dan underscore
  • Nama variabel yang terdiri lebih dari satu kata, dapat dipisahkan dengan underscore
Echo
Seperti yang Anda lihat pada contoh-contoh kode PHP sebelumnya, bahwa perintah echo digunakan untuk menampilkan teks ke dalam browser. Suatu teks atau string dapat dituliskan di browser dengan langsung dituliskan dalam echo yang diapit oleh dua tanda petik ganda (quotes) atau menyimpan string atau teks terlebih dahulu dalam suatu variabel kemudian dituliskan dalam echo. Berikut ini adalah contohnya:
Contoh:


$StringKu = "Hello!";
echo $StringKu;
echo "

I love using PHP!
";
?>


Penting!!!
Hati-hati dalam penulisan suatu string yang di dalamnya terdapat tanda petik ganda (quotes) menggunakan echo. Dalam echo, tanda quotes merupakan penanda awal dan akhir teks/string yang akan ditulis dengan echo, sehingga Anda harus memperhatikan hal-hal berikut ini
  • Jangan menggunakan tanda quotes di dalam teks yang akan ditulis dengan echo
  • Apabila Anda tetap ingin menuliskan tanda quotes dalam teks yang akan ditulis dengan echo, maka berikan tanda slash “\” di depan quotes tersebut.
  • Selain itu, dapat pula Anda gunakan tanda petik tunggal (apostrophes) untuk menggantikan tanda quotes pada teks.
Contoh:


echo "I love using PHP!";
?>

echo "I love using PHP!";
?>

echo "I love using PHP!";
?>


Pada contoh kode pertama di atas akan terjadi error karena dalam teks yang ditulis dalam echo
terdapat tanda quotes. Sedangkan untuk kode kedua dan ketiga tidak terdapat error dan akan dihasilkan output yang sama di browser.

Menampilkan Nilai Variabel dengan Echo

Nilai variabel dapat dengan mudah ditampilkan dengan menggunakan echo, baik nilai yang
berupa bilangan maupun string. Berikut ini adalah contoh-contoh di antaranya:

Contoh:

$string_ku = "Hello.. Nama saya: ";
$bilangan_ku = 4;
$huruf_ku = "a";
echo $string_ku;
echo $bilangan_ku;
echo $huruf_ku;
?>

Catatan:

Untuk menampilkan nilai variabel dengan echo tanpa menggunakan tanda quotes. Berikut ini contoh menampilkan gabungan suatu nilai dari variabel yang berupa string.
Contoh:


$string_ku = "Hello. Nama saya: ";
$baris_baru = "
";

echo $string_ku."Ari".$baris_baru;
echo "Hi, Nama saya Ari. Kamu siapa? ".$string_ku.$baris_baru;
echo "Hi, Nama saya Ari. Kamu siapa? ".$string_ku."Amalia";
?>

Untuk menggabungkan beberapa string menjadi satu digunakan operator dot (.)

Komentar dalam PHP
Seperti halnya bahasa pemrograman yang lain, komentar dalam suatu kode PHP tidak akan dieksekusi. Terdapat dua cara memberikan komentar dalam PHP, yaitu
  • Diberikan tanda // di depan teks komentar. Perintah ini hanya bisa berlaku untuk komentar dalam satu baris
  • Diberikan tanda /* di depan teks komentar dan diakhiri dengan */. Perintah ini dapat
digunakan untuk komentar yang terdiri lebih dari satu baris.
Contoh:


echo "Hello World!"; // Ini akan mencetak Hello World!
echo "
Psst...You can't see my PHP comments!"; // echo "nothing";

// echo "Namaku Faza!";
?>

/* Berikut ini adalah perintah
untuk menuliskan Hello World */
echo "Hello World!";
/* echo "My name is Humperdinkle!";
echo "No way! My name is Ari-PHP Programmer!";
*/
?>


di ambil dari php tutorial.pdf

Tuesday, March 15, 2011

0 Comments

Apa itu PHP ??

Berdasarkan informasi dari situs resmi PHP, “PHP.net”, PHP (PHP: Hypertext Prepocessor) merupakan bahasa pemrograman web yang dapat disisipkan dalam script HTML. Banyak sintaks di dalamnya yang mirip dengan bahasa C, Java dan Perl. Tujuan dari bahasa ini adalah membantu para pengembang web untuk membuat web dinamis dengan cepat.

Ketika seseorang mengunjungi web berbasis PHP, web server akan memproses code-code PHP. Beberapa perintah atau code dari PHP tersebut selanjutnya ada yang diterjemahkan ke dalam HTML dan beberapa ada yang disembunyikan (misalnya proses kalkulasi dan operasi). Setelah diterjemahkan ke dalam HTML, web server akan mengirim kembali ke web browser pengunjung tersebut.

Apa yang Bisa Dilakukan dengan PHP?
  • Mengurangi waktu untuk membuat web berskala besar
  • Mampu menciptakan web interaktif
  • Menciptakan berbagai tool untuk keperluan online (http://www.hotscripts.com/PHP/Scripts_and_Programs/)
  • Mendukung e-commerce (shopping carts)
Modal Dasar Mempelajari PHP
Sebelum mempelajari PHP, Anda harus menguasai
  • HTML,
  • Dasar-dasar pemrograman (C/C++ lebih baik)

Aplikasi Yang Diperlukan
Untuk dapat bekerja dengan PHP, berikut ini adalah beberapa aplikasi yang diperlukan:
  • Web server (Apache, IIS, Personal Web Server/PWS)
  • PHP server (dapat didownload di PHP.net)
  • Database server (MySQL, Interbase, MS SQL, dll)
  • Web Editor (Dreamweaver, Frontpage, dll)
Anda dapat pula menggunakan tool aplikasi yang di dalamnya sudah terdapat web server (Apache), PHP server, dan MySQL yang terintegrasi menjadi satu. Tool tersebut dapat diinstal di PC sebagai sarana belajar PHP. Beberapa contoh tool tersebut diantaranya adalah Easyphp (Easyphp.org), PHPTriad, AppServe, dll.

PHP server dapat berjalan dengan baik di beberapa OS seperti Windows, Linux, dan Macintosh.

di kutip dari Rosihan Ari Yuana